Snellen Chart

Posted: February 15, 2011 in medicine
Tags: , , , , ,

snellen chartPasti ada yang pernah dari lo semua yang udah ngeliat table kayak di gambar di sebelah ini. Apalagi kalo yang udh pernah bikin kacamata. Yuup, itu adalah Snellen chart, tabel yang biasa digunakan untuk mengukur seberapa baik penglihatan seseorang pada berbagai jarak atau yang disebut dengan visual acuity (ketajaman penglihatan).

Snellen chart diciptakan oleh oftalmologis (ahli mata) asal Belanda pada abad ke-19 yang bernama Hermann Snellen (1834-1908). Snellen sendiri diambil dari nama belakang penemunya ini. Snellen chart terdiri dari beberapa baris yang tiap barisnya terdiri dari beberapa huruf. Semakin ke bawah barisnya akan semakin kecil  dan semakin banyak hurufnya. Huruf yang paling besar yang berada di baris pertama memiliki ukuran yang dapat dibaca oleh orang dengan penglihatan normal pada jarak 60 meter sedangkan baris – baris di bawahnya dapat dibaca pada jarak 36, 24, 18, 12, 9, 6, 5 dan 4 meter. Seseorang dengan penglihatan normal dapat melihat dengan baik huruf – huruf di setiap barisnya mulai dari 60, 36, 24, 18, 12 ,9, dan 6 meter. Bahkan pada beberapa orang dengan tajam penglihatan yang lebih dapat melihat huruf pada baris 5 meter (biasanya berbakat jadi sniper..hohoho). Di daerah Amerika Utara satuan yang biasa digunakan adalah feet (ft) sedangkan di Indonesia menggunakan centimeter (cm).

E chartUntuk orang yang tidak bisa membaca atau pada anak kecil, snellen chart yang digunakan seperti gambar berikut. Pasien diinstruksikan untuk memberitahu arah ‘E” apakah ke atas, bawah, kanan ataupun kiri.

Snellen chart dibaca dari jarak 6 meter karena jarak 6 meter adalah jarak terdekat untuk suatu objek yang masih dapat dilihat jelas oleh mata normal tanpa akomodasi. Hasil pemeriksaan dengan menggunakan Snellen chart dilaporkan sebagai berikut:

Visus= jarak antara mata yang diperiksa dengan Snellen chart / jarak baca mata emetrop pada baris huruf – huruf terkecil yang masih dapat dibaca op.

Snellen chart tidak terlepas dari kelemahan – kelemahan yaitu huruf – huruf pada Snellen chart semakin ke bawah menjadi lebih kecil sedangkan jumlah huruf tiap barisnya bertambah. Hal ini berarti satu kesalahan memiliki nilai yang berbeda pada tiap baris. Oleh karena itu diperlukan suatu kriteria apakah op dapat melihat baris dengan jelas. Beberapa dokter menyatakan op dapat “lulus” pada suatu baris jika menjawab lebih dari setengah jumlah huruf yang ada di baris itu. Sedangkan yang lainnya menyatakan op harus menjawab dengan benar seluruh huruf yang ada pada baris tersebut agar dinyatakan “lulus”.

bailey-lovie chartKendala lain yang ada pada Snellen chart adalah tiap huruf dengan ukuran yang sama memiliki tingkat kesulitan yang berbeda untuk dibaca. Misalnya, huruf A dan L lebih mudah untuk dikenali dibandingkan huruf  E. Karena itu dibuatlah Bailey-Lovie chart yang dirancang oleh dua orang optometris asal Australia dan dimodifikasi oleh Ferris pada tahun 1982, menggunakan 10 huruf yang memiliki tingkat kesulitan yang sama dengan 5 huruf berbeda tiap barisnya

Sources:

  1. Ganong wf. Buku ajar fisiologi kedokteran ed 22. Penglihatan. Jakarta: EGC, 2008. Hal 175
  2. Yanoff M, Duker JS. Ophthalmology 3rd edition China: Elsevier, 2009.pg
  3. Unknown. Snellen eye chart: a description and explanation. Diunduh dari http://www.precision-vision.com/index.cfm/feature/24/snellen-eye-chart—a-description-and-explanation.cfm
About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s