Wanita Lebih Rentan Terkena Obesitas

Posted: February 18, 2011 in medicine

obesitas Obesitas adalah suatu keadaan dimana terjadi penimbunan lemak yang  berlebihan  di jaringan lemak tubuh  dan dapat mengakibatkan terjadinya beberapa penyakit. Atau  dapat juga dikatakan suatu keadaan dimana terdapat jaringan adipose yang abnormal dalam tubuh.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan obesitas adalah indeks massa tubuh ( IMT ). Jika seseorang memiliki IMT diatas 29,9 dikatakan ia menderita obesitas.

Menurut beberapa penelitian yang telah dilakukan, wanita cenderung memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita obesitas dibandingkan dengan pria. Penelitian yang dilakukan oleh S Paeratakul, J C Lovejoy, D H Ryan and G A Bray mendapatkan hasil bahwa wanita lebih banyak menderita obesitas dibandingkan pria. Begitu pula penelitian dalam negeri yang dilakukan oleh Budiman, Hendra, Surjadi, dan Charles. Menurut penelitian mereka, wanita memiliki prevalensi 5,1% obesitas sedangkan pria hanya 1,7  %.

bmi classification
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan lebih banyak wanita yang terkena obesitas, antara lain :

  1. Metabolisme wanita lebih lambat dari pada pria. Basal metabolic rate (tingkat metabolisme pada kondisi istirahat) pria 10 persen lebih tinggi dibandingkan dengan wanita. Karena itu, wanita cenderung lebih banyak mengubah makanan menjadi  lemak, sedangkan pria lebih banyak mengubah makanan menjadi otot dan cadangan energi siap pakai.
  2. Wanita memiliki lebih sedikit otot dibandingkan pria. Otot membakar lebih banyak lemak daripada sel-sel lain. Oleh karena wanita lebih sedikit memiliki otot, maka wanita memperoleh kesempatan yang lebih kecil untuk membakar lemak.
  3. Wanita ternyata lebih sulit menahan diri untuk tidak mencomot makanan meski perut kenyang, dibanding laki-laki. Penelitian dilakukan terhadap 13 orang perempuan dan 10 laki-laki. Mereka ditanya makanan favoritnya, mulai dari makanan pembuka, utama, hingga cuci mulut. Setelah responden diminta berpuasa selama 20 jam. Ketika responden mencium aroma, dan menahan hasrat menyantap, peneliti melakukan pemindaian (PET scan) aktivitas otak mereka. Peneliti menemukan area tertentu pada otak bereaksi aktif—ini terjadi pada perempuan dan laki-laki—ketika mereka tergiur makanan yang disodorkan. Nah, ketika responden menahan keinginan makan, rasa lapar mereka pun berkurang. Namun, ternyata aktivitas otak responden perempuan tetap menunjukkan indikasi bahwa mereka lapar. Inilah yang menjelaskan mengapa perempuan lebih susah mengerem keinginan makan meski sudah kenyang.

Pola makan dan olahraga yang baik akan sangat membantu untuk mencegah obesitas. Nah, bagi anda para wanita yang belum memiliki pola makan dan olahraga yang baik, setelah membaca artikel ini segeralah untuk memperbaikinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s