Intro to the journey of life

Posted: July 3, 2011 in my life

Semua berawal dari hasrat gw atau lebih tepatnya hasrat orangtua gw untuk bisa masuk fakultas kedokteran supaya bisa jadi dokter (yaaiyaalah, masa jadi akuntan). Gw pun memilih FKUI sebagai tujuan utama gw untuk meneruskan pendidikan mengingat FKUI merupakan fakultas kedokteran terbaik di Indonesia dan pas jaman gw bimbel, FKUI merupakan jurusan dengan passing grade tertinggi beda tipis sama STEI ITB. Jadilah gw tertantang untuk bisa masuk sana (hoho) walaupun orangtua gw nyuruhnya ngambil FK Unand aja sekalian nemenin nenek di sono.

Tapi perjalanan gw buat masuk ke FKUI ga semulus dan ga selancar yang gw harapkan. Lima kali ikut try out di bimbel, gw ga pernah jebol masuk FKUI. Jangankan jebol, mendekati pun tidak. Tapi, mungkin ini kehendak Tuhan dan juga berkat doa dari orangtua gw, pas pengumuman tes benerannya (red. UMB) ternyata nomor gw ada (nomor tes maksudnya, bukan nomor togel loh) dan gw lulus buat masuk FKUI. Padahal waktu ngerjain tesnya, gw rada2 ga pede. Soal madasnya aja,yang notabene tempat orang – orang nyari nilai, gw banyak yang ga yakin. Apalagi soal mat Ipanya yang susah banget.

Setelah tahu kalo bakal masuk FKUI, gw mulai membayangkan kehidupan gw di kampus ntar gimana yaa?, ketemu temen – temen yang gimana yaa? Dalam bayangan gw, FKUI yang merupakan kampus kedokteran terbaik di Indonesia ini, pasti mahasiswanya pada pinter – pinter, rajin – rajin dan kutu buku. Imajinasi gw tentang temen – temen yang bakal gw temuin adalah berbaju rapi (kemeja dan celana bahan lengkap dengan sepatu pantofel), berkacamata tebal, bawaannya kemana – kemana textbook, dan berbahasa dewa (omongannya tentang teori ini, teori itu blablabla).

Waduuuh, bayanginnya aja gw udah gw kuat,  bisa ga yaa gw survive disana? Gw yang notabene orangnya pemales, spontan, caur, introvert dan antisosial (kadang-kadang), suka baca buku sih tapi bukan textbook tentunya melainkan novel – novel, komik – komik dan sedikit stensilan bakal bertemu dengan karakter – karakter temen gw yang begitu berbeda. Harapan gw sih, bisa bertahan setahun terus cabut (pindah jurusan ke teknik yang lebih “gw” banget) aja udah hebat.

Tapi itukan baru bayangan gw aja, ga tau deh nantinya bakal ketemu temen yang gimana perangainya. Kadang, buku yang covernya keren dan menawan ternyata isinya ga sesuai dengan yang diharapkan dan ngebosenin, sebaliknya buku yang covernya biasa aja dan cenderung ga menarik ternyata isinya sangat bagus dan membuat kita ingin mengulang membacanya berkali – kali. So, we’ll see.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s